Jumat, 18 November 2016

Ingin Berbisnis, tapi Enggak Bakat? Ikuti Langkahnya

Ingin Berbisnis, tapi Enggak Bakat? Ikuti Langkahnya




Anda mungkin telah memikirkan untuk mulai berwirausaha. Namun, keinginan ini selalu terhambat oleh pikiran bahwa Anda tidak mempunyai pengalaman berbisnis, tidak datang dari keluarga pewirausaha, dan tidak memiliki bakat "menjual", atau melakukan bidang pemasaran. Akibatnya, keinginan ini sekadar menjadi keinginan.

Namun, untuk memulai sesuatu yang baru, Anda memang harus keluar dari zona nyaman diri Anda. Sadari bahwa wirausaha merupakan langkah yang baru sehingga Anda harus bersedia belajar. Untuk itu, kenali lebih dulu langkah awal untuk memulai wirausaha, seperti disampaikan Saptuari Sugiharto, Direktur Kedai Digital Corp, pada seminar "Kiat Sederhana Menjadi Pengusaha Sukses di Usia Muda" di Borobudur Room, Hotel Santika Premiere, Semarang, Kamis (14/10/2010) lalu.

1. Berani malu
Untuk memulai suatu usaha, Anda harus "berani mati". Meskipun banyak orang di sekeliling Anda meremehkan usaha Anda, teguhkan niat dan tetaplah konsisten dengan bisnis yang Anda pilih. Anda tidak perlu malu dalam memasarkan produk Anda, dan tidak perlu malu jika menemui sebuah kegagalan.

2. Berani kepepet
Suatu keadaan yang mendesak merupakan motivasi dalam berwirausaha. "Sembilan puluh tujuh persen orang termotivasi (untuk berwirausaha) karena kepepet. Faktor ini merupakan energi tambahan bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan," kata Saptuari.

3. Berani sukses dan tidak takut gagal
Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda, demikian kata bijak yang sering Anda dengar. Melalu serangkaian kegagalan, Anda dapat menambah pengetahuan sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Habiskanlah jatah kegagalan Anda. Setelah itu, Anda akan menuai keberhasilan dan kesuksesan. Jangan takut dengan kegagalan yang terus-menerus," lanjut Saptuari.

4. Berani gila dan kreatif

Untuk berwirausaha, Anda harus kreatif dan banyak memberikan inovasi untuk bisnis Anda. Ketika pasar mulai bosan dengan produk yang Anda keluarkan, itu tandanya Anda harus mulai berinovasi dengan produk yang baru, atau varian baru.

Cara memulai kreativitas:
* Mengaktifkan otak kanan
Mengaktifkan otak kanan berarti Anda harus bermain dengan mimpi-mimpi yang harus Anda wujudkan. "Beranikan diri untuk bermimpi dan menuliskan visi-misi dalam hidup yang harus dikerjakan," ujar Saptuari.

* Belajar kepada siapa pun
Belajar kepada banyak orang yang telah menjadi sukses. Membaca biografi orang sukses juga bisa menjadi salah satu cara untuk belajar.

* Terapkan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)
"ATM boleh! Namun, jangan menjiplak dan mencuri ide dan produk orang lain,"  lanjut Saptuari. Anda juga harus mengetahui di mana Anda akan menjual produk "tiruan" Anda.

* Berani bikin teori sendiri

Tidak ada teori yang pasti dalam berwirausaha. Setiap wirausahawan pasti memiliki teori yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda dapat membuat teori yang dapat Anda terapkan untuk bisnis Anda sendiri. Tentu hal ini akan Anda temukan setelah Anda terjun langsung memulai usaha. (sumber)


Baca Belajar Menjadi Entrepreneur di Ayopreneur

Senin, 14 November 2016

Apakah Usaha Rumahan Cocok untuk Anda?


Apakah Usaha Rumahan Cocok untuk Anda?

 



  Usaha rumahan selalu membuat kita tergelitik untuk berpikir bahwa pekerjaan itu lebih mudah dan santai. Namun, jika diteliti lebih lanjut, jenis pekerjaan ini tidak diperuntukkan bagi semua orang. Meskipun terdengar praktis dan bisa mendapatkan uang tanpa usaha yang berat, usaha rumahan juga memiliki tantangannya tersendiri. Berikut adalah lima pertimbangan yang harus Anda pikirkan sebelum benar-benar memutuskan untuk menjadikan usaha rumahan sebagai pekerjaan utama Anda.

Pertama, ketahui alasan apakah yang membuat Anda menginginkan untuk bekerja di rumah. Apakah itu untuk fleksibilitas pekerjaan, alasan kesehatan, atau sebuah perubahan karir? Apakah Anda berharap untuk menghindari pergi pulang bekerja yang jaraknya jauh?

Kedua, pertimbangkan seperti apa kepribadian Anda. Apakah Anda tipe orang yang dengan mudah terpecah konsentrasinya atau Anda orang yang cenderung disiplin dengan sendirinya? Seorang pribadi disiplin umumnya lebih cocok dan berhasil dalam menjalankan suatu usaha rumahan.

Ketiga,  pertimbangkanlah tujuan akhir dari karir yang Anda tekuni. Dapatkah tujuan-tujuan itu dicapai saat Anda bekerja di rumah?

Keempat, cobalah bekerja di rumah sebentar. Jika ternyata setelah mencoba bekerja di rumah sebentar, Anda merasa tidak berhasil Anda dapat kembali untuk bekerja ke pekerjaan semula.

Kelima, pertimbangkan akibat-akibat keuangan yang harus muncul. Apakah dengan bekerja di rumah, Anda dapat menabung atau malah membuat Anda mengeluarkan biaya tambahan? Bersiaplah untuk membuat sebuah anggaran baru dan laksanakan anggaran itu dengan penuh disiplin sampai usaha rumahan Anda benar-benar bisa berjalan lancar - atau Anda kembali ke pekerjaan lama Anda di kantor.

Hal-hal yang Anda butuhkan dalam menjalankan usaha rumahan umumnya ialah:
* akses internet
* pinjaman usaha
* kartu nama
* komputer/ laptop
* piranti lunak rencana usaha

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai usaha rumahan:
* Bekerja dari rumah tidak berarti Anda harus bekerja dalam kesendirian. Bergabunglah dalam komunitas, organisasi, bercakap-cakap secara online, dan menerima newsletter via email supaya tetap terhubung.
* Cobalah pergi dan pulang ke tempat kerja untuk mengetahui seberapa cocoknya bekerja dari rumah untuk Anda.
* Bekerja di rumah bukan pelarian yang tepat jika Anda merasa tidak bahagia saat bekerja di kantor.
* Hindari menjadi pecandu kerja. Saat di rumah, justru Anda akan tergoda untuk bekerja sepanjang hari. (sumber)



Baca Artikel Belajar Menjadi Entrepreneur Lainnya di Ayopreneur